Sabtu, 29 Juni 2013 09:31

Rugi Besar, Saham Blackberry Anjlok

Written by  Mia Azzahra
Rate this item
(0 votes)
CEO Blackberry, Thorsten Heins saat memperkenalkan Blackberry 10. CEO Blackberry, Thorsten Heins saat memperkenalkan Blackberry 10. (Foto: msn)

NEW YORK | NONBLOK.COM — Saham produsen Blackberry anjlok setelah produsen telepon pintar tersebut merugi sebesar 84 juta dolar atau sekitar Rp 830 miliar dalam tiga bulan terakhir.

Angka ini lebih baik ketimbang kerugian sebesar 518 juta dolar (Rp5,1 triliun) di periode yang sama tahun lalu, tetapi lebih buruk dari prediksi pengamat.

Perusahaan berbasis di Ontario, Kanada ini juga memperkirakan akan mengalami kerugian operasi untuk kuartal berikutnya hingga September mendatang.

Saham Blackberry di bursa New York Jumat (28/6/2013) kemarin ditutup turun 28 persen.

Pengiriman telepon pintar baru sebenarnya meningkat, tetapi Blackberry, yang dulu bernama Research In Motion, tidak mengungkap seberapa banyak telepon genggam sistem operasi baru mereka, BB10, yang terjual dalam kuartal kemarin.

Bagaimanapun, kepala eksekutif Thorstein Heins mengatakan, mereka tetap melanjutkan untuk fokus pada penjualan global BB10 dan yakin akan laku di pasar. "Kami masih dalam tahap awal peluncuran, tetapi Blackberry 10 sudah menunjukkan ke pelanggan bahwa mereka sangat aman, fleksibel dan solusi perangkat bergerak yang dinamis," katanya dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan, bahwa Blackberry akan meningkatkan investasi untuk mendukung peluncuran produk baru dan layanannya dalam tiga kuartal mendatang.

Bukan pertanda baik
Meski mencatat kerugian, tetapi pendapatan Blackberry juga naik menjadi 3,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 30,7 triliun dibandingkan setahun sebelumnya yang mencatat untung sebesar 2,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 27 triliun.

Para pengamat menilai, Blackberry kini menghadapi kompetisi yang berat di sektor telepon pintar dengan dua pesaing utama Apple dan Samsung. "Mereka bukan penyedia telepon pintar mewah lagi, mereka bukan Apple. Mereka juga bukan penyedia telepon murah, mereka bukan Nokia. Jadi mereka ada di tengah dan posisi ini relatif memiliki volume yang rendah," kata Daniel Ernst dari lembaga riset Hudson Square.

"Sulit membuat keuntungan yang luar biasa dengan volume semacam itu, jadi saya bisa katakan prediksinya cukup negatif," ujar Ernst menambahkan.

Para pengamat juga tengah menunggu hasil penjualan ponsel baru Blackberry, Z10 yang menjadi model pertama yang di jual di Amerika Serikat pada kuartal kemarin.

Blackberry meluncurkan dua telepon genggam terbaru tahun ini, yaitu Z10 dengan layar sentuh, diikuti dengan Q10 dengan tombol huruf mini yang menjadi favorit banyak pengguna Blackberry.

Blackberry mengatakan, telah mengirimkan 6,8 juta telepon baru tersebut di kuartal pertama dibandingkan 7,8 juta pengiriman di periode yang sama tahun lalu.

"Itu bukan pertanda baik bagi peluncuran Blackberry 10, terutama Z10. Bahkan dengan kerugian yang tercatat di kuartal kedua juga menjadi pertanda tak baik baik Q10," kata Brian Colello, seorang pengamat di Morningstar.

Leave a comment


blokiklan.com - Iklan Online Indonesia

Kirim Berita, Artikel dan Opini

  Event On Going