Home Event Road To Coffee Festival Manjakan Penikmat Kopi
Jumat, 23 Desember 2011 17:50

Road To Coffee Festival Manjakan Penikmat Kopi

Written by  Norman Jatmiko
Rate this item
(1 Vote)
ilustrasi ilustrasi istimewa

BANDUNG - Belasan kedai kopi khas dari sejumlah daerah di Indonesia dalam rangka "Road to Coffee Festival 2011" yang digelar di Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota Bandung memanjakan para penikmat kopi Kota Kembang.

"Ada tujuh belas kedai kopi dari beberapa jenis kopi di Indonesia, kegiatan ini untuk memperkenalkan kopi serta memanjakan penikmat kopi di Kota Bandung," kata penggagas Ceffee Festival 2011, Yanthi Tambunan di sela-sela kegitan penikmat kopi di Ciwalk Kota Bandung, Jumat (23/12).

Kegiatan Road to Coffee Festival 2011 yang digelar di Kota Bandung itu merupakan rangkaian Coffee Festival 2012 yang akan digelar di Bali.

Menurut Yanthi, kegiatan itu untuk mengedukasi masyarakat agar tahu tentang kopi dan tahu potensi kopi di tanah air yang begitu besar. Indonesia adalah sebagai salah atau negara penghasil kopi terbanyak di dunia.

"Sedikitnya ada 14 jenis kopi yang dihasilkan oleh perkebunan kopi yang tersebar merata di seluruh Indonesia," katanya.

Kegiatan Roaf to Coffee Festival 2012 itu digelar dengan kegiatan Coffee Talks yang menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Barat H Dede Yusuf dan Ny Sandy Yusuf serta sejumlah elemen penikmat kopi Kota Kembang.

Pada kesempatan itu juga diadakan demo oleh Bandar Kopi, Roswell, Kopi Kamu serta Rollas Kopi yang semuanya merupakan penggiat kopi ternama di Indonesia.

Melalui demo itu, pengunjung dapat mengetahui pembuatan kopi, selain itu juga mendapat tambahan pengetahuan bagaimana cara membuat minuman kopi yang benar.

Sementara itu Dede Yusuf menyebutkan, Jawa Barat memiliki sejarah penting dalam perkembangan kopi di Indonesia karena perkebunan kopi pertama ada di Bandung yakni dikenal dengan Java Coffee atau Kopi Priangan .

"Jawa Barat punya sejarah dengan kopi sehingga tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan tata niaga kopi saat ini," kata Dede.

Pada kesempatan itu, orang nomor dua di Jawa Barat itu juga berharap adanya inovasi dan kreasi pengolahan kopi untuk memberikan nuansa lain dari kopi di Jabar.

"Bila perlu ada bandrekcoffee dan lainnya, mengkolaborasi minuman khas dan tradisional Jabar dengan kopi, sehingga menjadi produk baru yang diminati masyarakat," kata Dede Yusuf.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Herdiwan Iing Suranta menyebutkan pihaknya akan menggenjot kuliner dan minuman khas Jawa Barat untuk menjadi suguhan wajib bagi para wisatawan.

Selain kopi juga minuman teh yang disajikan sebagian minuman pembuka dan minuman selamat datang bagi para tamu hotel atau restoran di Jabar.

"Di beberapa tempat sudah dilakukan, minum teh dan kopi menjadi minuman pembuka atau selamat datang. Selain itu juga memperkuat kedai-kedai kopi untuk menjadi salah satu tujuan wisatawan di Jabar," kata Herdiwan menambahkan.

Leave a comment

(*)wajib disi.


embed code :

Kirim Berita, Artikel dan Opini