Home Event Transmigration Award 2011 Diraih 12 Kepala Daerah
Kamis, 29 Desember 2011 00:36

Transmigration Award 2011 Diraih 12 Kepala Daerah

Written by  Norman Jatmiko
Rate this item
(0 votes)

JAKARTA — Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi memberikan penghargaan di bidang transmigrasi (Transmigration Award ) Tahun 2011 kepada 6 gubernur, 6 bupati/ walikota, 1 akademisi, 1 investor dan 1 media massa yang selama ini telah mendukung sepenuhnya pelaksanaan transmigrasi di Indonesia.

Penghargaan dalam rangka Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) yang ke-61 yang bertema “Transmigrasi Membangun Negeri” ini diserahkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono didampingi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (28/12).

Enam orang gubernur yang mendapatkan penghargaan Transmigration Award ini terdiri dari tiga gubernur daerah asal transmigran, yaitu Ahmad Heryawan (Jawa Barat), Soekarwo, (Jawa Timur), Sri Sultan Hamengkubuwono X (DI Yogyakarta) dan tiga gubernur dari daerah tujuan transmigrasi adalah Cornelis (KalimantanBarat),  Alex Noerdin (Sumatera Selatan), dan Nur Alam (Sulawesi Tenggara).

Sedangkan enam bupati/walikota terdiri dari tiga bupati/walikota daerah asal transmigran yaitu Bambang Pudjiono (Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah), Sri Surya Widati (Kabupaten Bantul,  DIY) dan Andi Ahmad Sampurna Jaya
(Lampung Tengah, Lampung)  serta tiga bupati/walikota daerah tujuan transmigran yaitu: Sudirman Zaini (Kabupaten Bungo, Jambi), Amiruddin Inoed (Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan) dan  Imran, M.Si (Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara).

Dalam pidato laporannya, Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan, penghargaan bagi para gubernur dan bupati/walikota, baik dari daerah asal maupun dari daerah tujuan transmigrasi, dilatarbelakangi keseriusan mereka dalam memilih transmigrasi menjadi urusan pemerintah daerah, memberikan  pelayanan yang baik kepada para transmigran, serta berhasil mendorong program transmigrasi sehingga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat termasuk perekonomian daerah.

"Penyelenggaraan Transmigration Award yang pertama kali dilakukan ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah, kepada berbagai pihak yang memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap perkembangan ketransmigrasian dari waktu ke waktu. Pembangunan transmigrasi memang memiliki ciri khas tersendiri dan kompleks, yang dalam pelaksanaannya harus melalui rekayasa ruang (lahan), orang (transmigran), dan uang (investasi swasta) yang melibatkan minimal dua pemerintah daerah, serta komponen anak bangsa lainnya," tutur Muhaimin.

Sementara, penerima penghargaan dari kalangan akademisi adalah Prof. Dr. Ir. Sajogyo Guru Besar Institut Pertanian Bogor yang telah memberikan pemikiran terhadap pembangunan transmigrasi. Sedangkan dari kalangan pelaku usaha penghargaan diberikan kepada Siti Hartati Murdaya dari PT Hardaya Inti Plantation, investor di Kawasan Transmigrasi Kabupaten Buol Provinsi Suawesi Tengah yang telah mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Terakhir, penghargaan Transmigration Award tahun 2011 ini diberikan kepada Harian Kompas sebagai media massa nasional yang telah menyebarluaskan pesan ketransmigrasian dalam pemberitaannya.

Ditambahkan Muhaimin, selama ini kontribusi pembangunan program transmigrasi dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia selama ini jelas, terukur dan secara langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Dalam kurun waktu 60 tahun, melalui pembangunan transmigrasi dapat dilihat sekitar 2,2 juta Kepala Keluarga atau sekitar 8,8 juta orang miskin dan pengangguran memperoleh secara langsung peluang berusaha, dan saat ini mereka telah berhasil meningkatkan kesejahteraannya," kata Muhaimin.

Muhaimin menjelaskan, melalui transmigrasi telah dibangun dan dikembangkan 3.325 desa baru di antaranya ada 89 desa telah berkembang menjadi ibukota kabupaten dan 235 desa lainnya berkembang menjadi ibukota kecamatan.

Untuk tahun 2012,  Muhaimin Iskandar berjanji akan melakukan refocusing sistem penyelenggaraan transmigrasi, yang pada dasarnya adalah peningkatan kualitas penyelenggaraan transmigrasi. Hal ini sejalan dengan tujuan transmigrasi, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pembangunan daerah dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pada 44 kawasan transmigrasi yang sudah berkembang menjadi Kota Terpadu Mandiri (KTM), pemerintah akan focus meningkatkan pengembangan tiga sektor , yaitu sektor perkebunan, pertanian dan peternakan, jasa dan wirausaha serta pembangunan infrastruktur dan transportasi," urai Muhaimin.

Salah satu kebijakan Muhaimin adalah menciptakan wirausaha baru di kawasan transmigrasi guna mendorong perkembangan investasi. Untuk itu, Muhaimin minta peran investor serta perbankan dalam pendanaan.

“Sektor kewirausahaan dan pengembangan sektor usaha memiliki peranan penting untuk mengembangkan wilayah transmigrasi. Saat ini Kemnakertrans sedang mengupayakan konsep wirausaha terintegrasi di kawasan KTM," jelasnya.

Keberadaan wirausaha diharap bisa memberikan nilai tambah dan akan  berdampak mengalirnya arus investasi ke daerah dan menggerakkan ekonomi wilayah, penciptaan lapangan kerja baru serta terciptanya budaya pasar.

1 Comment

  • Comment Link None Selasa, 24 Januari 2012 11:22 posted by None

    Kementerian Tenaga Kerja & Transmigrasi memberikan Transmigrasi Award yang pertama kalinya kepada 12 Kepala Daerah digelar bertepatan peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-61 di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Rabu 28 Desember 2011. Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan penyelenggaraan Pemberian Transmigration Award yang pertama kali dilakukan ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah, kepada berbagai pihak yang memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap perkembangan ketransmigrasian dari waktu ke waktu. “Pembangunan transmigrasi memang memiliki ciri khas tersendiri dan kompleks, dimana dalam pelaksanaannya harus melalui rekayasa ruang (lahan), orang (transmigran), dan uang (investasi swasta) yang melibatkan minimal 2 (dua) pemerintah daerah, serta komponen anak bangsa lainnya, “. Ditambahkan Muhaimin, selama ini kontribusi pembangunan program transmigrasi dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia selama ini jelas, terukur dan secara langsung dirasakan oleh masyarakat.

    Penghargaan untuk / kepada pejabat / individu / daerah ini baru pertama dilakukan, sedangkan transmigrasi berlangsung sejak jaman Belanda sampai masa kini (dari waktu ke waktu, dari masa ke masa).

    Penghargaan HARUSNYA kepada Masyarakat lokal di daerah yang dari waktu ke waktu hidup harmonis dengan kaum transmigran. Hadiah dapat berupa penambahan anggaran, program / kegiatan pembangunan di daerah tersebut. Maka Pemerintah daerah bersangkutan harus menerima hadiah, hanya berhak menerima hadiah atas nama mewakili masyarakatnya menerima hadiah tersebut bersama para tokoh masyarakat setempat yang telah mau bertahan berbagi para saudara pendatang yang papa itu.

    Transmigrasi yang dimulai sejak jaman penjajahan sampai kekinian Indonesia adalah sebuah prestasi besar bagi masyarakat daerah tujuan/ penerima, karena meski pada suatu saat mengalami penurunan atau jatuh bangun, namun masyarakat itu sejak awal tidak pernah menolak Program Transmigrasi ini baik sadar atau tidak sadar, meski banyak hal yang harus dikorbankan masyarakat lokal, demi memberikan dukungan terhadap program transmigrasi. Transmigrasi menghasilkan status dukungan pemerintah nasional terhadap keberadaan anak-anaknya (daerah-daerah) anak emas, anak monyet, anak haram, cindil, piyik dan lain-lain.

    Jadi ketidakadilan transmigrasi sampai meluas kemana-mana termasuk SANG PENERIMA & PEMBERI HADIAH- PUN tidak merasa risi menerima hadiah yang bukan HAKNYA.

Leave a comment

(*)wajib disi.


embed code :

Kirim Berita, Artikel dan Opini