NEW YORK — Kepolisian New York, Amerika Serikat (AS) dikabarkan mengawasi dengan ketat gerak-gerik para siswa muslim yang bersekolah di kota itu. Mereka bahkan mengirimkan intelijen untuk memonitor segala kegiatan dari siswa.
Laporan ini dipicu dari cerita seorang mahasiswa bernama Adeela Khan yang menerima surat undangan untuk menghadiri sebuah konferensi Islam di Toronto, Kanada. Khan pun mengirim undangan itu kepada rekan sesama Muslim di sebuah universitas di Buffalo.
Ternyata undangan yang disebar melalui email itu sudah dilacak oleh Kepolisian New York (NYPD). Alhasil nama Khan masuk dalam daftar yang dibuat oleh NYPD dan dilabeli "SECRET" atau rahasia. Dokumen mengenai Khan bahkan diterima langsung oleh Komisioner NYDP Raymond Kelly.
Laporan beserta beberapa dokumen lainnya, diperoleh oleh Associated Press. Dokumen-dokumen inui memperlihatkan berbagai divisi intelijen NYPD memfokuskan operasi mereka sebagai bagian dari program melakukan pengawasan yang ditargetkan kepada Muslim New York.
NYPD bahkan mengawasi sebuah website yang dibuat oleh sekelompok mahasiswa Muslim di Yale, University of Pennsylvania, Rutgers dan 13 universitas lain yang berada di wilayah pesisir Timur.
Polisi bahkan berkoordinasi dengan otoritas lokal guna mengawasi seorang dosen di Buffalo dan mengirim agen yang sedang menyamar, ke sebuah acara alam universitas. Parahnya, agen-agen ini bahkan mencatat berapa kali para mahasiswa ini melakukan salat.
Saat ditanya mengenai pengawasan ini, juru bicara kepolisian Paul Browne langsung menyodorkan 12 nama orang yang ditangkap atau didakwa melakukan hendak melakukan aksi teror di AS dan luar negeri.
"Kami melakukan penangkapan terhadap Jesse Morton, yang bulan mengaku bersalah melayangkan ancaman kepada kreator acara televisi 'South Park'. Dia (Morton) bahkan berusaha merekrut pengikutnya di Stony Brook University di Long Island," ucap Brown seperti dikutip Associated Press, Selasa (21/2).
Namun perilaku pihak NYPD ini adalah sebuah pelanggaran berat dari hak para mahasiswa. "Saya melihat ada pelanggaran hak dalam tindakan ini," tutur seorang mahasiswa Tanweer Haq.
"Tidak ada yang ingin masuk dalam daftar FBI atau NYPD atau apapun. Mahasiswa Muslim ingin hidup mereka sendiri dengan privasi mereka terjaga serta menikmati kebebasan dan kesempatan dengan dimiliki orang lain," lanjutnya.
Menilai hal ini Walikota New York Michael Bloomberg berulangkali menyatakan bahwa pihak kepolisian hanya mengikuti laporan resmi mengenai tersangka aktivitas kriminal. [int]
Leave a comment
(*)wajib disi.
Terkini Global
-
Aktivis Femen Siap Berbugil Ria Lagi
Selasa, 22 May 2012 15:24 -
Video Pedofil Kuntit Anak Kecil Bikin Heboh
Selasa, 22 May 2012 13:34 -
Presiden Babak Belur Dipukuli Pengunjuk Rasa
Selasa, 22 May 2012 11:51 -
Pria Kuwait Dituduh Menghina Nabi di Twitter
Selasa, 22 May 2012 05:56 -
Isu Ekonomi Lebih Penting Ketimbang Pernikahan Gay di AS
Senin, 21 May 2012 21:57
-
Munich Singkirkan Real 3-1 Lewat Adu Penalti
Kamis, 26 April 2012 09:08 -
Penderita Diabetes Boleh Minum Kopi dan Teh, Asal..
Selasa, 08 May 2012 21:58 -
Susana, Finalis Putri Indonesia Juga Jadi Korban Sukhoi
Kamis, 10 May 2012 10:52 -
Sukhoi SuperJet100 Loss Contact di Atas Gunung Salak
Rabu, 09 May 2012 18:29 -
Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia
Senin, 21 May 2012 09:59 -
Ada Gambar Nabi Muhammad di Buku Cerita Bantuan Kemenag
Selasa, 22 May 2012 13:39
-
Ini Daftar Nama Penumpang Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100
Kamis, 10 May 2012 11:35 -
100 Pilot India Bolos Kerja
Selasa, 08 May 2012 20:12 -
China Usir Reporter Al Jazeera
Selasa, 08 May 2012 13:36 -
Kapal-kapal Perang AS Akan Dikerahkan ke Singapura 2013
Jumat, 11 May 2012 11:58 -
Terlalu Sibuk, Putin Enggan Hadiri KTT G8
Jumat, 11 May 2012 16:01 -
Aduh... Kepala Bocah SD Terjepit Celah Sempit Antara Dinding dan Tiang
Senin, 14 May 2012 21:57 -
Liput Penggusuran, Polisi Pukuli Jurnalis
Selasa, 08 May 2012 17:30 -
Hamas Tak Mau Terlibat dalam Perang Iran dan Israel
Jumat, 11 May 2012 09:08 -
Iran Peringatkan Google
Sabtu, 19 May 2012 12:59 -
Rusia Pandang Indonesia sebagai Mitra Penting
Selasa, 15 May 2012 13:04

