Kamis, 29 Agustus 2013 15:06

Proyek Pelebaran Kali Pesanggrahan Akan Molor

Written by  Annisa Novianti
Rate this item
(0 votes)

JAKARTA | NONBLOK — Terancam molornya proyek pelebaran Kali Pesanggarahan di wilayah Jakarta Barat dari rencana awal yang harusnya selesai pada Oktober 2013 .

Penyebabnya, karena dari delapan wilayah kelurahan yang kena proyek tersebut, satunya adalah wilayah Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, yang sampai kini belum dilakukannya pendataan terhadap warga.
 
Zaini selaku anggota Panitia Pegadaan Tanah atau P2T Jakarta Barat mengungkapkan, kemungkinan akan molornya pengerjaan proyek pelebaran Kali Pesanggrahan yang melalui delapan kelurahan di jakarta barat itu karena warga kelurahan kedoya selatan menolak terlaksananya proyek itu.
 
Pada hari Kamis (29/08/13), Zaini mengatakan, ”Memang ada warga yang belum diinventarisasi, yaitu warga yang tinggal di Kelurahan Kedoya Selatan. Namun, tertundanya pendataan bukan jadi masalah utama sambil menunggu peta bidang dari kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Barat yang belum selesai.”

Zaini memaparkan, bahwa delapan wilayah kelurahan yang terkena proyek ini, yakni Kelurahan Srengseng, Kelapa Dua, Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Meruya Utara, Kembangan Selatan dan Kedoya Utara. Akan tetapi, di luar wilayah Kelurahan Kedoya Selatan, sedikitnya terdapat enam kelurahan lainnya bangunannya telah didata termasuk juga dari tanamannya yang total berjumlah 1.500 kepala keluarga.
 
Proyek pelebaran Kali Pesanggarahan sendiri meliputi dua wilayah, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang rencananya bakal dikerjakan sepanjang 26,74 km dan lebar berkisar 40 sampai 45 meter. Kemudian, untuk jalan inspeksi kanan kiri kali miliki lebar yang beragam antara 10 sampai 15 meter. Kini lebarnya antara 8 sampai 12 meter, sehingga menyebabkan air kali meluap ke rumah warga dan menyebabkan banjir pada beberapa titik wilayah kelurahan.
 
Rencananya, untuk pengerjaan proyek bakal dimulai bulan Oktober 2013 sampai dengan Oktober 2014 yang merupakan proyek besar sebagai pengendalian banjir antara program Gubernur DKI Jakarta bersama dengan Kementerian PU.

Bambang Djoko Susilo, selaku kepala Bagian Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Jakarta Barat, memaparkan terkait masalah proyek pelebaran Kali Pesanggrahan bahwa pihaknya jamin baik tim maupun pemerintah tak akan merugikan para warga disekitar. Karena, hasil dari inventarisasi bakal diumumkan secara terbuka kepada warga di masing-masing kelurahan. “Transparan itu dilakukan agar kalau ada datanya kurang tepat, warga tidak membiarkan dan meminta diperbaiki. Secepatnya juga kami akan perbaiki,” ungkap Bambang. [aja]

Leave a comment


blokiklan.com - Iklan Online Indonesia

Kirim Berita, Artikel dan Opini

  Event On Going

Baca Lagi....