Bila dilihat sekilas, rumah ini seperti habis diterjang angin puting beliung, sehingga posisinya terbalik dengan atap berada di bawah dan lantai berada di atas. Ya, itulah Upside Down House atau rumah terbalik yang dibangun oleh arsitek Polandia Irek Glowacki dan Marek Rozanski, di pedesaan Terfens, Provinsi Tyrol, Austria barat. Proyek ini menjadi objek turis baru dan terbuka untuk umum sejak Sabtu (5/5). Ide pembuatannya tercipta tatkala keduanya diberi tugas dari pemerintah kota Terfens, untuk membuat sebuah wahana wisata yang bisa memancing turis untuk datang ke kota kecil itu. Setelah dikejar tenggat waktu dan kerja keras memutar otak, keduanya akhirnya berhasil menemukan ide tersebut.
Bila Anda datang ke pedesaan di Terfens, Provinsi Tyrol, Austria barat, Anda akan dikejutkan dengan pemandangan sebuah rumah yang terbalik seperti habis diterjang angin puting beliung. Posisi atapnya berada di bawah dan lantai berada di atas. Ya, itulah Upside Down House atau rumah terbalik yang dibangun oleh arsitek Polandia Irek Glowacki dan Marek Rozanski. Proyek ini menjadi objek turis baru dan terbuka untuk umum sejak Sabtu (5/5). Perlu waktu cukup lama bagi kedua arsitek ini untuk meyakinkan pemerintah kota agar bersedia menerima gagasan itu. Akhirnya setelah disetujui, keduanya mulai melakukan pengerjaan rumah. Mereka membutuhkan sekitar 8 bulan untuk merancang dan membangun rumah itu.
Pengunjung memasuki rumah yang dibangun terbalik oleh dua arsitek Polandia Irek Glowacki dan Marek Rozanski di Terfens, sebuah pedesaan di Austria barat. Obyek turisme yang baru dibuka sejak Sabtu (5/5) lalu kontan menarik kunjungan para turis untuk melihat-lihat seisi rumah yang juga ditata dalam posisi terbalik. Rumah unik ini sengaja dibangun dengan cara demikian oleh kedua arsitek tersebut, sebagai daya tarik wisata di Austria. Selain eksterior yang mengesankan, rumah ini sepenuhnya dilengkapi dengan dekorasi, barang-barang, dan bahkan mobil, yang kesemuanya dengan susah payah dipasang terbalik.
Pengunjuk yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anaknya memasuki kamar yang ditata dalam posisi terbalik dengan posisi langit-langit berada di bawah sementara posisi perabotan kamar tidur anak ini berada di atas. Rumah itu dinamakan Upside Down House atau rumah terbalik yang dibangun oleh dua arsitek: Irek Glowacki dan Marek Rozanski, di pedesaan Terfens, Provinsi Tyrol, Austria barat. Proyek ini menjadi objek turis baru dan terbuka untuk umum sejak Sabtu (5/5). Kedua arsitek ini dikerahkan dengan tugas menciptakan sebuah atraksi wisata baru untuk kota Terfens, yang terletak 15 km sebelah barat dari Innsbruck. Arsitek Polandia ini menghabiskan waktu delapan bulan untuk menyelesaikan model secara rinci.
Pengunjung ini sedang memperhatikan sebuah ruangan toilet yang ditata terbalik dengan langit-langit berada di bawah dan perlengkapan toiletnya justru berada di atas. Semua pemandangan unik ini dapat Anda saksikan di Upside Down House atau rumah terbalik yang dibangun oleh arsitek Polandia Irek Glowacki dan Marek Rozanski, di pedesaan Terfens, Provinsi Tyrol, Austria barat. Proyek ini menjadi objek turis baru dan terbuka untuk umum sejak Sabtu (5/5). Para tamu sengaja diundang untuk menyaksikan interior rumah terbalik ini, pengunjung disuguhi pemandangan yang yang ganjil, seperti di dalam kamar mandi dengan alat kelengkapan yang menentang gravitasi. Juga kamar tidur anak-anak dengan mainan yang berantakan menempel di langit-langit.
Para pengunjung sedang berada di garasi yang tampak terbalik posisinya dengan sebuah VW Beetle diparkir terbalik di atas langit-langit. Pemandangan unik ini dapat Anda saksikan di Upside Down House atau rumah terbalik yang dibangun oleh arsitek Polandia Irek Glowacki dan Marek Rozanski, di pedesaan Terfens, Provinsi Tyrol, Austria barat. Proyek ini menjadi objek turis baru dan terbuka untuk umum sejak Sabtu (5/5). Rumah terbalik ini menerima kunjungan para wisatawan, dan telah menarik banyak pengunjung dari seluruh wilayah Austria.
Helmi Ginanti peserta dari Bali, menaikkan layang-layang ke angkasa dalam festival layang-layang yang pertama kali digelar di Black Sea Resort Mamaia, sekitar 260 kilometer timur kota Bucharest, Sabtu (28/4). Festival layang-layang international di Rumania ini dinamakan Black Sea Kite Festival 2012. Pada hari pembukaan, udara kota Mamaia terlihat cerah dengan angin berhembus cukup kencang. Angkasa pantai Mamaia sebagai lokasi festival pun dipenuhi ratusan layang-layang beraneka bentuk, dari yang konvensional sampai moderen, dari kecil hingga besar, dan pendek sampai yang panjang. Tidak ketinggalan pula, layang-layang batik dan barong juga terlihat melambai-lambai di udara Mamaia.
Andrei Victoras peserta tuan rumah, menaikkan layang-layang ke angkasa dalam festival layang-layang yang pertama kali digelar di Black Sea Resort Mamaia, sekitar 260 kilometer timur kota Bucharest, Sabtu (28/4). Keramaian hiasan langit dari berbagai jenis layang-layang ini tampak menarik perhatian ribuan masyarakat lokal dan wisatawan mancanagera untuk menyaksikannya.
Seorang perempuan berjalan-jalan di tepi pantai dengan langit berhias aneka jenis layang-layang dalam Black Sea Kite Festival 2012 di Black Sea Resort Mamaia, sekitar 260 kilometer timur kota Bucharest, Sabtu (28/4). Pada hari pembukaan festival yang pertama kali digelar di Rumania ini, udara kota Mamaia terlihat cerah dengan angin berhembus cukup kencang. Angkasa pantai Mamaia sebagai lokasi festival pun dipenuhi ratusan layang-layang beraneka bentuk, dari yang konvensional sampai moderen, dari kecil hingga besar, dan pendek sampai yang panjang. Tidak ketinggalan pula, layang-layang batik dan barong juga terlihat melambai-lambai di udara Mamaia.
Pemandangan dari atas pantai Black Sea Resort Mamaia, sekitar 260 kilometer timur kota Bucharest, tempat berlangsungnya Black Sea Kite Festival 2012, Sabtu (28/4). Angkasa pantai Mamaia sebagai lokasi festival pun dipenuhi ratusan layang-layang beraneka bentuk, dari yang konvensional sampai moderen, dari kecil hingga besar, dan pendek sampai yang panjang. Tidak ketinggalan pula, layang-layang batik dan barong juga terlihat melambai-lambai di udara Mamaia.
Naki Sumo atau kontes bayi menangis di kuil Sensoji, Tokyo, Jepang melibatkan pegulat sumo yang menggendong seorang bayi untuk melihat siapa yang lebih dahulu menangis. Bayi yang menangis paling keras dan lama akan memenangkan kontes ini. Peribahasa Jepang mengatakan, 'bayi menangis tumbuh lebih cepat' sehingga mereka percaya makin keras seorang bayi menangis, semakin diberkahilah mereka oleh para dewa-dewa. Kompetisi ini untuk mendorong lebih banyak bayi sehat. Masing-masing calon pegulat sumo ini menggendong bayi didampingi semacam wasit (tengah). Begitu wasit memberi aba-aba para calon pegulat sumo menggoda sang bayi agar menangis. Sekitar 100 bayi berusia di bawah setahun diikutsertakan dalam festival tahunan ini.
Umumnya orang tua akan khawatir bila bayinya menangis keras. Tapi di Kuil Sensoji, Tokyo, Jepang, Sabtu (21/4) siang, para orang tua justru mengharapkan bayinya menangis keras-keras. Ya, karena para bayi tersebut diikutsertakan pada kontes sumo bayi menangis, atau yang dikenal dengan nama “Naki Sumo”. Naki dalam bahasa Jepang artinya menangis. Kontes ini terbilang unik, karena kedua bayi tersebut diadu layaknya dua pesumo. Mereka digendong oleh dua pesumo dan dihadapkan satu sama lainnya. Bayi yang menangis paling kencang menjadi pemenangnya. Pertandingan ini juga dilakukan mirip dengan aksi laga sumo. Mulai dari ring bundar atau dohyo, yang biasa digunakan pada pertandingan sumo, hingga para juri dan pemain sumo ikut serta dalam pertandingan ini.
-
ESDM Tolak Penambahan Kuota BBM di Kalimantan
Selasa, 22 May 2012 17:26 -
Uje Diundang Khusus Doakan Jenazah Korban Sukhoi
Selasa, 22 May 2012 17:24 -
PLN Janji Alirkan Listrik ke Daerah Perbatasan dan Terpencil
Selasa, 22 May 2012 17:22 -
Dari 50 Perusahaan Minyak, Hanya 5 yang Capai Target Produksi
Selasa, 22 May 2012 17:08 -
Produksi Minyak RI Terus Menurun
Selasa, 22 May 2012 16:39 -
7 Bulan Tak Dibayar, Subkontraktor Hentikan Pembangunan Stadion Utama PON
Selasa, 22 May 2012 16:36
-
Munich Singkirkan Real 3-1 Lewat Adu Penalti
Kamis, 26 April 2012 09:08 -
Penderita Diabetes Boleh Minum Kopi dan Teh, Asal..
Selasa, 08 May 2012 21:58 -
Susana, Finalis Putri Indonesia Juga Jadi Korban Sukhoi
Kamis, 10 May 2012 10:52 -
Sukhoi SuperJet100 Loss Contact di Atas Gunung Salak
Rabu, 09 May 2012 18:29 -
Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia
Senin, 21 May 2012 09:59 -
Ada Gambar Nabi Muhammad di Buku Cerita Bantuan Kemenag
Selasa, 22 May 2012 13:39
-
Ini Daftar Nama Penumpang Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100
Kamis, 10 May 2012 11:35 -
100 Pilot India Bolos Kerja
Selasa, 08 May 2012 20:12 -
China Usir Reporter Al Jazeera
Selasa, 08 May 2012 13:36 -
Kapal-kapal Perang AS Akan Dikerahkan ke Singapura 2013
Jumat, 11 May 2012 11:58 -
Terlalu Sibuk, Putin Enggan Hadiri KTT G8
Jumat, 11 May 2012 16:01 -
Aduh... Kepala Bocah SD Terjepit Celah Sempit Antara Dinding dan Tiang
Senin, 14 May 2012 21:57 -
Liput Penggusuran, Polisi Pukuli Jurnalis
Selasa, 08 May 2012 17:30 -
Hamas Tak Mau Terlibat dalam Perang Iran dan Israel
Jumat, 11 May 2012 09:08 -
Iran Peringatkan Google
Sabtu, 19 May 2012 12:59 -
Rusia Pandang Indonesia sebagai Mitra Penting
Selasa, 15 May 2012 13:04

