Photo

Jelang Ramli Goes to Europe

Minggu, 20 May 2012 17:44 | Written by Mia Azzahra

Model lawas Rima Melati mambawakan rancangan kebaya karya desainer legendaris Indonesia Ramli dalam fashion show di Bimasena Club, Hotel Dhamawangsa, Jakarta, Minggu (20/5). Pagelaran busana tersebut digelar menjelang keberangkatannya ke Belanda dan Jerman untuk tur fashion bertajuk Ramli Goes to Europe pada 26 Mei hingga 1 Juni 2012 mendatang. Ramli semakin mengukuhkan dirinya sebagai desainer legendaris milik Indonesia. Meskipun masih terus berjuang melawan kanker usus yang dideritanya sejak 2009, Ramli tetap tak mau berhenti berkarya menampilkan berbagai koleksi yang elegan. Malah tahun ini menjelang 37 tahun berkarya dalam dunia fashion, Ramli Sarwi Gozali Kartowidjojo—begitu nama lengkapnya—akan menggelar fashion show bertajuk Ramli Goes to Europe di Den Haag, Belanda pada 26-27 Mei 2012 dan di Hamburg, Jerman pada 1 Juni 2012. "Saya akan membawa sekitar 150 set rancangan saya yang akan dibawakan oleh 30 peragawati," kata Ramli saat peluncuran di Bimasena Club, Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (20/5). Dalam pagelaran di Eropa nanti, Ramli akan menampilkan prime collectionnya sejak 1976-2012. Selain itu, tak kurang-kurang koleksi busana dengan motif nusantara yang diaplikasikan rancangan batiknya. Salah satunya adalah motif batik Riau, selain kain cual khas daerah Tarempa yang merupakan kota kelahiran Ramli. Kain cual pada dasarnya hampir sama dengan kain songket langka karena sudah 200 tahun lebih tidak diproduksi lagi. Namun Ramli menghadirkannya kembali motif-motif yang terlukis pada kain tersebut. Khusus untuk pagelaran ini Ramli mencetaknya dengan teknik printed dan sulam sehingga dapat mengaplikasikan kain tersebut dalam 150 rancangannya. Selain kain Cual, Ramli juga mengeluarkan ciri khas rancangannya yaitu kreasi bordir, batik dan kebaya. Rancangan kebaya mewah dihadirkan dengan berbagai teknik payet yang rumit, dengan indahnya tersaji pada fashion show yang dirilis Minggu sore tadi. Selain itu rancangan kain Cual dibuat modern tetapi tidak keluar dari tradisi daerah Tarempa itu sendiri. 

Jelang Ramli Goes to Europe

Minggu, 20 May 2012 17:43 | Written by Mia Azzahra

Para model membawakan koleksi rancangan desainer legendaris Indonesia Ramli dalam fashion show di Bimasena Club, Hotel Dhamawangsa, Jakarta, Minggu (20/5). Pagelaran busana tersebut digelar menjelang keberangkatannya ke Belanda dan Jerman untuk tur fashion bertajuk Ramli Goes to Europe pada 26 Mei hingga 1 Juni 2012 mendatang. Dalam pagelaran di Eropa nanti, Ramli akan menampilkan prime collectionnya sejak 1976-2012. Selain itu, tak kurang-kurang koleksi busana dengan motif nusantara yang iaplikasikan rancangan batiknya. Salah satunya adalah motif batik Riau, selain kain cual khas daerah Tarempa yang merupakan kota kelahiran Ramli. Ramli yang sudah berkarya sejak 1976 ini telah dikenal oleh dunia internasional lantaran selalu mengangkat budaya Indonesia melalui hasil rancangan adibusananya dengan kreasi bordir dan batik. Kecintaannya pada tanah air membuat Ramli terus menerus berkarya mengolah berbagai kerajinan dari penjuru Indonesia menjadi suatu kreasi yang baru dan dapat dinikmati, baik oleh pecinta batik maupun kalangan umum. 

Jelang Ramli Goes to Europe

Minggu, 20 May 2012 17:41 | Written by Mia Azzahra

Seorang model membawakan koleksi rancangan desainer legendaris Indonesia Ramli dalam fashion show di Bimasena Club, Hotel Dhamawangsa, Jakarta, Minggu (20/5). Pagelaran busana tersebut digelar menjelang keberangkatannya ke Belanda dan Jerman untuk tur fashion bertajuk Ramli Goes to Europe pada 26 Mei hingga 1 Juni 2012 nanti. Dalam pagelaran di Eropa nanti, Ramli akan menampilkan prime collectionnya sejak 1976-2012. Selain itu, tak kurang-kurang koleksi busana dengan motif nusantara yang iaplikasikan rancangan batiknya. Salah satunya adalah motif batik Riau, selain kain cual khas daerah Tarempa yang merupakan kota kelahiran Ramli. Kain cual pada dasarnya hampir sama dengan kain songket langka karena sudah 200 tahun lebih tidak diproduksi lagi. Namun Ramli menghadirkannya kembali motif-motif yang terlukis pada kain tersebut. Khusus untuk pagelaran ini Ramli mencetaknya dengan teknik printed dan sulam sehingga dapat mengaplikasikan kain tersebut dalam 150 rancangannya. Selain kain Cual, Ramli juga mengeluarkan ciri khas rancangannya yaitu kreasi bordir, batik dan kebaya. Rancangan kebaya mewah dihadirkan dengan berbagai teknik payet yang rumit, dengan indahnya tersaji pada fashion show yang dirilis Minggu sore tadi. Selain itu rancangan kain Cual dibuat modern tetapi tidak keluar dari tradisi daerah Tarempa itu sendiri.

Jelang Ramli Goes to Europe

Minggu, 20 May 2012 17:16 | Written by Mia Azzahra

Para model menemani desainer legendaris Ramli memberikan salam takszim kepada para undangan usai membawakan fashion show di Bimasena Club, Hotel Dhamawangsa, Jakarta, Minggu (20/5). Pagelaran busana tersebut digelar menjelang keberangkatannya ke Belanda dan Jerman untuk tur fashion bertajuk Ramli Goes to Europe pada 26 Mei hingga 1 Juni 2012 nanti. Kegiatan ini menandai eksistensi Ramli sela 37 tahun berkarya dalam dunia fashion Indonesia. Ramli yang sudah berkarya sejak 1976 ini telah dikenal oleh dunia internasional lantaran selalu mengangkat budaya Indonesia melalui hasil rancangan adibusananya dengan kreasi bordir dan batik. Kecintaannya pada tanah air membuat Ramli terus menerus berkarya mengolah berbagai kerajinan dari penjuru Indonesia menjadi suatu kreasi yang baru dan dapat dinikmati, baik oleh pecinta batik maupun kalangan umum. Acara Ramli Goes to Europe didukung penuh oleh berbagai perusahaan dan pribadi yang peduli pada perkembangan dunia fashion di tanah air. Antara lain misalnya PT Garuda Indonesia, PT Sariayu Martha Tilaar, Kedubes Indonesia di Belanda dan Jerman serta Ny. Karlina Damiri. 

Filipina Tolak Gaga

Minggu, 20 May 2012 11:45 | Written by Mia Azzahra

Sejumlah anggota Biblemode, sebuah gerakan Pemuda Kristiani Filipina melakukan aksi protes dengan menunjukkan jari jempol ke bawah di depan sebuah spanduk yang menampilkan poster Lady Gaga di Manila, Filipina, Sabtu (19/5). Mereka menyerukan agar rencana konser Lady Gaga di negara itu dibatalkan walaupun pemerintah menjamin penyanyi pop Amerika itu tidak diizinkan memakai baju seksi. Sekitar 60 anggota kelompok yang menyebut diri Pemuda Injil Filipina menyatakan mereka tersinggung atas musik dan video Lady Gaga, terutama lagunya berjudul Judas yang menurut mereka mengejek Yesus Kristus. Gaga dijadwalkan tampil di Manila pada Senin (21/5) dan Selasa (22/5). Wali Kota Pasay, Antonino Calixto mendesak promotor untuk memastikan dan mematuhi segala aturan yang ada di negara tersebut tentang larangan telanjang dan bertindak cabul. "Meskipun kami menghormati ekspresi artistik dan musikal, saya tidak akan membiarkan
siapapun atau kelompok apapun untuk melakukan tindakan seenaknya di kawasan yang berada di bawah kewenangan saya,” ujar Antonio di dalam pernyataan resminya seperti dikutip Star Magazine, Jumat (18/5). 

Filipina Tolak Gaga

Minggu, 20 May 2012 11:44 | Written by Mia Azzahra

Gelombang penolakan terhadap Lady Gaga ternyata tak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan sejumlah anggota Biblemode, sebuah gerakan Pemuda Kristiani Filipina melakukan aksi protes di depan sebuah spanduk yang menampilkan poster Lady Gaga di Manila, Filipina, Sabtu (19/5). Mereka menyerukan agar rencana konser Lady Gaga di negara itu dibatalkan walaupun pemerintah menjamin penyanyi pop Amerika itu tidak diizinkan memakai baju seksi. Antonino Calixto—walikota kawasan Pasay di Manila, tempat rencana konser Lady Gaga—mengatakan, para pengawas akan memastikan Lady Gaga tidak melanggar aturan yang mereka tetapkan. "Kami telah mengingatkan produser konser Lady Gaga agar dalam pertunjukan secara keseluruhan, ia tidak berpenampilan seronok atau melakukan tindak yang dapat menyinggung moral dan tradisi," kata Calixton dalam satu pernyataan. 

Filipina Tolak Gaga

Minggu, 20 May 2012 11:42 | Written by Mia Azzahra

Sejumlah pemuda Kristiani Filipina melakukan aksi protes dengan dengan menunjukkan jari jempol ke bawah sebagai tanda tidak suka terhadap Lady "Mother Monster" Gaga sembari meneriakan "Stop Konser Lady Gaga" di Manila, Filipina, Sabtu (19/5). Mereka menyerukan agar rencana konser Lady Gaga di kawasan Pasay, luar Manila pada tanggal 21-22 Mei lusa dibatalkan. Sekitar 60 anggota kelompok yang menyebut diri Pemuda Injil Filipina menyatakan mereka tersinggung atas musik dan video Lady Gaga, terutama lagunya berjudul Judas yang menurut mereka mengejek Yesus Kristus. Konser Lady Gaga juga mendapat penolakan komunitas evangelis Di Korea selatan, selain ditolak di Indonesia menyusul gelombang protes dari Front Pembela Islam (FPI).

Filipina Tolak Gaga

Minggu, 20 May 2012 11:41 | Written by Mia Azzahra

Sejumlah anggota Biblemode, sebuah gerakan Pemuda Kristiani Filipina melakukan aksi protes menolak konser Lady Gaga di Manila, Filipina, Sabtu (19/5). Mereka menyerukan agar rencana konser Lady Gaga di negara itu dibatalkan walaupun pemerintah menjamin penyanyi pop Amerika itu tidak diizinkan memakai baju seksi. Lady Gaga telah mendapatkan izin untuk konser pada hari Senin dan Selasa depan. Namun pemimpin protes dan mantan anggota kongres Benny Abante mengatakan, organisasinya merencanakan mengajukan tuntutan terhadap Lady Gaga dan penyelenggara konser bila ia menyanyikan lagu Judas dalam konser di Manila. Mereka tersinggung atas musik dan video Lady Gaga, terutama lagunya berjudul Judas yang menurut mereka mengejek Yesus Kristus. Pihak promotor konser belum
mengeluarkan rincian tentang lagu-lagu yang akan dibawakan. Mantan walikota Manila Jose Atienza mengatakan, penyanyi dan pihak penyelenggara dapat dihukum bila menghina agama atau ras. Berdasarkan hukum di negara dengan penduduk mayoritas Katolik itu, sanksi berkisar antara enam bulan sampai enam tahun penjara. Tetapi belum pernah ada orang yang dikenakan hukuman terkait penghinaan agama atau rasis baru-baru ini. 

Pagelaran Busana JFFF

Kamis, 17 May 2012 10:14 | Written by Mia Azzahra

Para model menampilkan kreasi busana rancangan desainer Widhi Budimulya di salah satu mata acara pagelaran busana dalam Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) di kawasan Sentra Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (16/5). JFFF kembali diadakan untuk ke-9 kalinya yang berlangsung 12-27 Mei 2012. Event tahunan yang digelar sejak 2004 ini merupakan perayaan mode dan kuliner dengan misi mengangkat reputasi Jakarta sebagai pusat mode dan wisata belanja Asia, sekaligus memajukan industri boga dan kuliner tanah air.

Pagelaran Busana JFFF

Kamis, 17 May 2012 10:13 | Written by Mia Azzahra

Para model menampilkan kreasi busana rancangan desainer Sebastian Gunawan di salah satu mata acara pagelaran busana dalam Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) di kawasan Sentra Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (16/5). Tema-tema yang diangkat setiap tahun pun memiliki keunikan dan filosofi yang sangat Indonesia. Pagelaran busana tahun ini masih melibatkan puluhan designer ternama dengan ragam latar belakang seperti Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), Cita Tenun Indonesian (CTI), Yayasan Batik Indonesia (YBI), Usaha Kecil dan Menengah (UKM), para desainer muda dari sejumlah sekolah mode di Jakarta, hingga desainer independen. Tema JFFF tahun ini adalah Innofashion, yaitu perpaduan dari kata innovation dan fashion sebagai interpretasi kekayaan budaya Nusantara dalam olah karya mode dan kuliner dengan sentuhan tren hidup terkini. 

Pagelaran Busana JFFF

Kamis, 17 May 2012 10:12 | Written by Mia Azzahra

Para model menampilkan sejumlah kreasi busana rancangan desainer Ghea Panggabean di salah satu mata acara pagelaran busana dalam Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) di kawasan Sentra Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (16/5). Bertempat di Ballroom Harris Hotel Kelapa Gading, pagelaran busana berhasil membuat penonton terkagum-kagum terhadap karya dari para desainer berbakat Indonesia. Pagelaran busana yang antara lain bertemakan “Nusantara” menampilkan rancangan dari 11 desainer Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI). Selain Ghea Panggabean, mereka antara lain adalah Adrianto Halim, Carmanita, Era Soekamto, Liliana Lim, Stephanus Hamy, Tuty Cholid, Tri Handoko, Valentino Napitupulu, Widhi Budimulia, dan Yongki Budisutisna. Di pagelaran busana yang berjudul IPMI Parade Nusantara tersebut setiap desainer mempersembahkan 5 koleksi mereka yang bertema Nusantara.  

Pagelaran Busana JFFF

Kamis, 17 May 2012 10:10 | Written by Mia Azzahra

Para model menampilkan kreasi busana rancangan desainer Sebastian Gunawan di salah satu mata acara pagelaran busana dalam Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) di kawasan Sentra Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (16/5). Festival tahun ini mengusung tema Innofashion. Memadukan kata ”innovation” dan “fashion”, JFFF ingin menunjukkan kekayaan budaya nusantara, khususnya dalam mode dan olah kuliner, yang diberi sentuhan modern. JFFF rutin diadakan setiap bulan Mei sejak tahun 2004, dan diprakarsai oleh PT Summarecon Agung Tbk. bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Acara yang berlangsung selama dua minggu ini menyuguhkan beragam hal, seperti festival kuliner, pameran wine dan keju, peragaan busana, dan yang paling ditunggu, karnaval pada malam pembukaan. 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>


Kirim Berita, Artikel dan Opini