JAKARTA — Huawei memetik sukses ketika coba menciptakan sebuah kolaborasi desktop cloud terbesar, dengan melibatkan lebih dari 45 ribu teknisi di seluruh dunia untuk menggunakan komputer virtual.
Kolaborasi Cloud Terbesar, Huawei Terjunkan 45 Ribu Teknisi
Written by Chairul Abshar"Dengan melibatkan 45 ribu orang teknisi kami yang semuanya menggunakan komputer virtual merupakan bukti kesiapan kami dalam menyediakan teknologi ini kepada pelanggan di semua industri, termasuk di Indonesia dan negara-negara lain," tukas Li Wenzhi, CEO Huawei Indonesia.
Untuk memaksimalkan skalabilitas dan fleksibilitas yang dihadirkan oleh komputasi awan, Huawei memulai dengan memanfaatkan teknologi komputer awan ini di pusat penelitian dan pengembangan Huawei di Shanghai pada tahun 2009. Dan kini, komputasi awan telah digunakan oleh lebih dari 45 ribu teknisi Huawei di seluruh dunia.
Dibandingkan dengan teknologi komputer konvensional, penggunaan komputer awan diperkirakan dapat menghemat 30% dibandingkan dengan investasi bisnis tradisional dan juga dapat mengurangi 73% konsumsi listrik, serta memaksimalkan fungsi CPU (Central Processing Unit) dengan peningkatan kapasitas dari 5% menjadi 60%.
Waktu untuk pemasangan juga diklaim menjadi sangat efisien untuk komputer awan, dari sebelumnya tiga bulan menjadi satu minggu saja.
Selain itu, dengan menggunakan program thin client, para teknisi dikatakan bisa dengan mudah mengakses komputer virtual mereka kapan saja sehingga akan meningkatkan efisiensi kerja mereka. Dengan komputer awan, data tidak lagi disimpan di setiap komputer melainkan pada server di pusat data awan.
Masalah perawatan pun menjadi semakin efisien karena seorang tenaga TI bisa menangani lebih dari 1.000 komputer virtual, bandingkan dengan sebelumnya di mana seorang tenaga TI hanya bisa menangani hingga 100 komputer saja.
"Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komputasi awan, semakin banyak pula aplikasi-aplikasi bisnis yang beralih ke teknologi ini. Di Indonesia, divisi Huawei Enterprise kami telah siap memenuhi kebutuhan yang ada saat ini dengan berbagai pilihan produk dan solusi enterprise yang kami miliki, termasuk layanan komputasi awan," pungkas Li, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/2).
Leave a comment
(*)wajib disi.
Terkini Style
-
FPI Tantang Menpolhukam Debat Terbuka Soal Lady GaGa!
Selasa, 22 May 2012 23:58 -
Peralatan Konser Lady Gaga Sudah Tiba di Jakarta
Selasa, 22 May 2012 23:15 -
Aktris Berpenampilan Terbaik di BMA 2012
Selasa, 22 May 2012 22:54 -
Aplikasi Ini Mampu Pandu Pengendara Hindari Razia Polisi
Selasa, 22 May 2012 22:14 -
Inilah Foto Seksi Liburan Pemain Liga Primer
Selasa, 22 May 2012 20:59
-
Munich Singkirkan Real 3-1 Lewat Adu Penalti
Kamis, 26 April 2012 09:08 -
Penderita Diabetes Boleh Minum Kopi dan Teh, Asal..
Selasa, 08 May 2012 21:58 -
Susana, Finalis Putri Indonesia Juga Jadi Korban Sukhoi
Kamis, 10 May 2012 10:52 -
Sukhoi SuperJet100 Loss Contact di Atas Gunung Salak
Rabu, 09 May 2012 18:29 -
Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia
Senin, 21 May 2012 09:59 -
Ada Gambar Nabi Muhammad di Buku Cerita Bantuan Kemenag
Selasa, 22 May 2012 13:39
-
Ini Daftar Nama Penumpang Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100
Kamis, 10 May 2012 11:35 -
100 Pilot India Bolos Kerja
Selasa, 08 May 2012 20:12 -
Kapal-kapal Perang AS Akan Dikerahkan ke Singapura 2013
Jumat, 11 May 2012 11:58 -
China Usir Reporter Al Jazeera
Selasa, 08 May 2012 13:36 -
Terlalu Sibuk, Putin Enggan Hadiri KTT G8
Jumat, 11 May 2012 16:01 -
Aduh... Kepala Bocah SD Terjepit Celah Sempit Antara Dinding dan Tiang
Senin, 14 May 2012 21:57 -
Rusia Pandang Indonesia sebagai Mitra Penting
Selasa, 15 May 2012 13:04 -
Liput Penggusuran, Polisi Pukuli Jurnalis
Selasa, 08 May 2012 17:30 -
Iran Peringatkan Google
Sabtu, 19 May 2012 12:59 -
Hamas Tak Mau Terlibat dalam Perang Iran dan Israel
Jumat, 11 May 2012 09:08


