JAKARTA — Norman Kamaru resmi dipecar tak hormat dari Brimob Polda Gorontalo. Tak lagi sandang pangkat Briptu, Norman justru bersyukur karena lebih senang jadi artis, daripada jadi polisi.
Tentang itu, berikut ini wawancara singkat Nonblok.com dengan Norman di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (7/1) baru-baru ini.
Bagaimana soal dipecat tidak hormat dari kesatuan Brimob?
"Alhamdulillah saya terima dengan senang hati. Nggak ada apa-apa, nggak sakit hati. Kan, sudah dari kemarin ingin mengundurkan diri. Tetapi nggak dikasih ya, dipecat. Karena jalan hidup. Hidup itu pilihan, saya pilih jalan ini,"
Sepertinya tak ada rasa takut?
Nggak ada rasa takut, 100 persen. Plong lah, dengan berpakaian seperti (masyarakat) ini saya nyaman bisa bermasyarakat dengan baik. Jujur, memang bangga dengan seragam, tapi harus jaga sikap itu yang saya nggak bisa. Bebas juga karena nggak perlu jaga sikap," paparnya. [aji]
Tanpa embel-embel pangkat Briptu, bagaimana?
Saya siap dengan nama Norman, tanpa Briptu, bahkan nama Kamaru juga hilang. Nggak apa-apa biar enak. Niat menghilangkan, keinginan saya sendiri.
Yakin dengan pilihan ini?
Buat saya nggak masalah, banyak pekerjaan di luar sana, bisa juga jadi tukang ojek. Minder sih, ada minder (tak percaya diri). Tetapi sekarang nggak apa-apa. Allah memberi kesempatan saya mengasah bakat saya. Insyaallah dengan bernyanyi, Insyaallah fokus di karir.
Berarti menjadi artis memang pilihan, termasuk harus keluar dari kepolisian?
Saya keluar dari kepolisian itu memang nggak ada sangkut pautnya dengan dunia hiburan. Memang sudah ingin untuk keluar saja.
Keluarga setuju?
Sangat sedih mendengar saya mengundurkan diri. Saya dibujuk terus untuk bertahan, tapi orangtua menyerahkan ke saya. Sekarang semuanya dikembalikan kembali ke masyarakat, terserah masyarakat mau kasih komentar apa.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Norman Kamaru resmi dipecat dari Brimob Polda Gorontalo sejak Selasa (6/12) karena melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 karena Norman sudah 84 hari tak bertugas tanpa alasan. Meski fakta dari Norman, ia sudah menginginkan keluar dari Brimob sejak lama dan lebih memilih menjadi artis.
Leave a comment
(*)wajib disi.
-
Henk Ngantung, Gubernur DKI yang Dicap PKI
Rabu, 23 May 2012 11:31 -
Menhub Pimpin Upacara Serah Terima Jenazah Korban Sukhoi
Rabu, 23 May 2012 11:29 -
Hore! Pertamax Turun jadi Rp 9.700 per Liter
Rabu, 23 May 2012 11:27 -
Ruhut Sitompul: Siap Satu Lawan Satu Hadapi FPI
Rabu, 23 May 2012 11:25 -
Pemain Inter Tiba di Bandara Soetta Jakarta
Rabu, 23 May 2012 11:21 -
Eropa Krisis, Asia Timur dan Pasifik Harus Kurangi Ketergantungan Ekspor
Rabu, 23 May 2012 11:18
-
Munich Singkirkan Real 3-1 Lewat Adu Penalti
Kamis, 26 April 2012 09:08 -
Penderita Diabetes Boleh Minum Kopi dan Teh, Asal..
Selasa, 08 May 2012 21:58 -
Susana, Finalis Putri Indonesia Juga Jadi Korban Sukhoi
Kamis, 10 May 2012 10:52 -
Sukhoi SuperJet100 Loss Contact di Atas Gunung Salak
Rabu, 09 May 2012 18:29 -
Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia
Senin, 21 May 2012 09:59 -
Ada Gambar Nabi Muhammad di Buku Cerita Bantuan Kemenag
Selasa, 22 May 2012 13:39
-
Ini Daftar Nama Penumpang Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100
Kamis, 10 May 2012 11:35 -
100 Pilot India Bolos Kerja
Selasa, 08 May 2012 20:12 -
Kapal-kapal Perang AS Akan Dikerahkan ke Singapura 2013
Jumat, 11 May 2012 11:58 -
China Usir Reporter Al Jazeera
Selasa, 08 May 2012 13:36 -
Terlalu Sibuk, Putin Enggan Hadiri KTT G8
Jumat, 11 May 2012 16:01 -
Aduh... Kepala Bocah SD Terjepit Celah Sempit Antara Dinding dan Tiang
Senin, 14 May 2012 21:57 -
Rusia Pandang Indonesia sebagai Mitra Penting
Selasa, 15 May 2012 13:04 -
Liput Penggusuran, Polisi Pukuli Jurnalis
Selasa, 08 May 2012 17:30 -
Iran Peringatkan Google
Sabtu, 19 May 2012 12:59 -
Hamas Tak Mau Terlibat dalam Perang Iran dan Israel
Jumat, 11 May 2012 09:08

