Home Wawancara Iberamsjah: Sebagian Besar Elit Parpol Masih Mentah
Selasa, 14 Februari 2012 16:36

Iberamsjah: Sebagian Besar Elit Parpol Masih Mentah

Written by  Norman Jatmiko
Rate this item
(0 votes)
Pengamat Politik UI, Prof, Iberamsjah Pengamat Politik UI, Prof, Iberamsjah Google

JAKARTA - Pengamat Politik UI, Prof. Iberamsjah menilai turunnya kepercayaan masyarakat terhadap Parpol disebabkan perilaku elit yang tidak bermoral dan bertanggung jawab.

"Penurunan itu mencerminkan perilaku elit yang tdak bermoral dan bertanggung jawab," katanya di Jakarta, Selasa (14/2).

Seperti diketahui hasil survei yang dilakukan lembaga survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), menyebutkan dukungan masyarakat terhadap parpol menurun akibat kekecewaan publik yang menilai pemerintah stagnan.

Berikut wawancara Nonblok.Com dengan Iberamsjah.

Bagaimana Anda menilai hasil survei CSIS mengenai turunnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol?

Penurunan itu mencerminkan perilaku elit yang tdak bermoral dan bertanggung jawab. Hal ini ditambah lagi dengan ketidaktegasan supra elit, atau pengandali utama di partai, seperti SBY misalnya.

Demokrasi di Indonesia itu sebenarnya hanya kamuflase saja, yang ada adalah kehendak elit, karena elitlah yang menentukan merah putihnya partai politik.

Apakah hal ini disebabkan banyaknya elit partai yang tidak berkualitas?

Sebagian besar elit partai kita itu tidak tercipta karena perjuangan dari bawah, dari tingkat RT, RW, ranting, lurah, tidak sama sekali.
Nazar misalnya, tiba-tiba masuk karena dibawa Anas, dan langsung jadi bendahara umum Partai Demokrat. Begitu juga Ibas, mana pernah dia jadi pemain bawah, lalu tiba-tiba karena dia anak presiden lalu menjadi sekjen.

Itulah akibatnya mereka mentah, bukan setengah matang, tapi politik mereka betul-betul mentah. Jad begitu ada kesempatan, mereka tidak mengindahkan moral, ya langsung sikat saja.

Apakah Anas Urbaningrum termasuk dalam kategori elit mentah?

Sebenarnya Anas lumayan matang, tetapi karena godaannya terlalu berat, akhirnya dia terkena cultural shok. Istilahnya orang yang tadinya terbiasa membawa motor, tiba-tiba disuruh bawa truk gandeng.

Dengan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol, apakah ini membuka peluang bagi partai-partai baru?

Partai baru tetap susah, misalnya Nasdem mau mendapatkan 2 persen itu sudah sangat sulit. Rakyat sudah nyaris tidak percaya terhadap partai politik.

Bagaimana Anda memprediksi kondisi di 2014?

Golput akan semakin banyak, tidak ada lagi partai yang dominan. Kalau Golkar dibilang akan naik suaranya, saya enggak percaya itu, atau PDIP stagnan malah. Figur ibu Mega itu terlalu baik juga enggak, buruk juga enggak.

Seberapa parah penurunan Demokrat di 2014?

Kalau sekarang ada survei, saya yakin dibawah 10 persen itu. Demokrat sudah kehilangan lebih dari 50 persen suaranya. Itu karena SBY tidak berbuat apa-apa. Harusnya kalau ada masalah, harusnya langsung dipotong, hingga tidak berlarut-larut seperti sekarang ini.

Apakah tidak ada alternatif?

Mungkin salah satu partai yang justru akan meningkat di 2014 adalah Gerindra, karena ada sosok Prabowo disana. Hanura juga kelihatannya akan membaik.

Leave a comment

(*)wajib disi.


Kirim Berita, Artikel dan Opini